Sabtu, Juni 15, 2024
Google search engine

Mencari Penantang Bunda Eva

Tiga bulan menjelang pendaftaran calon Walikota Bandar Lampung di KPUD, masih belum ada nama yang cukup kuat untuk menandingi kedigdayaan petahana, Eva Dwiana. Kondisi ini menimbulkan berbagai spekulasi dan analisis mengenai dinamika politik lokal serta potensi penantang yang mungkin muncul dalam waktu dekat.

Setahun lalu, Ketua DPD Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD), sempat diisukan akan maju sebagai calon Walikota. Kehadiran Kyai Mirza (sapaan akrab RMD) dianggap sangat potensial menjadi lawan tangguh bagi Bunda Eva. Namun, ketika RMD serta partai Gerindra mendeklarasikan pencalonan RMD untuk Pemilihan Gubernur, harapan akan adanya kompetisi yang berimbang di Pilwako mulai sirna.

Hingga saat ini, berdasarkan pantauan kami dan beberapa teman-teman media, belum ada sosok yang dirasa mampu menjadi lawan tangguh bagi Bunda Eva pada perhelatan Pilwako 27 November 2024 mendatang.

Memang muncul beberapa nama yang cukup familiar, ada mantan kadis kesehatan Provinsi Lampung, dokter Raihana, politisi partai PAN, Yusirwan, bahkan baru-baru ini muncul kepermukaan dan cukup viral di berbagai platform media sosial, sosok pengacara muda yang aktif diberbagai aktifitas sosial, khususnya dalam pendampingan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan. Orang-orang biasa mengenal dirinya dengan nama Mba Putri.

Bernama lengkap Putri Maya Rumanti, ternyata dirinya merupakan tim dari pengacara kondang tanah air, yakni Hotman Paris. Saat saya cek di bio sosial medianya, tertulis bahwa Mbak Putri adalah salah satu Team dari Kopi Jony & Hotman Paris 911.

Keseriusan Mba Putri ini untuk maju sebagai salah satu bakal calon Walikota Bandar Lampung dibuktikan oleh beliau dan timnya dengan mengikuti proses penjaringan beberapa partai politik tingkat Kota yang membuka pendaftaran.

Sekedar informasi, meskipun belum resmi ditetapkan oleh KPUD Bandar Lampung, karena masih ada yang menggugat KPU di Mahkamah Konstitusi. Pada pemilu 2024 yang lalu, hanya Partai Gerindra yang secara mandiri bisa mengusung Calon Walikota tanpa berkoalisi dengan parpol lainnya.

Dengan perolehan 10 kursi, bahkan bisa 11 bila gugatannya di MK dikabulkan, Partai Gerindra Kota Bandar Lampung semestinya berani memunculkan kader terbaiknya untuk maju sebagai Walikota.
Tapi nyatanya, sampai hari ini belum ada kejelasan mengenai sosok dari internal Gerindra yang akan maju sebagai calon Walikota.

Ketidakpastian ini diperparah oleh belum adanya keputusan resmi dari pimpinan DPD dan DPP Gerindra, meskipun beberapa hari yang lalu ketua DPC Gerindra Kota mengungkapkan akan ada kader internal yang maju, bisa sebagai walikota ataupun wakil.

Sebenarnya nama Ahmad Giri, Ketua HIPMI Lampung dan Sekretaris DPD Partai Gerindra, sempat disebut-sebut sebagai kandidat potensial, tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda konkret mengenai pencalonannya.

Menurut beberapa pengamat, mungkin saja karena Rahmat Mirzani akan maju sebagai calon Gubernur dan otomatis dirinya harus mundur sebagai anggota DPRD terpilih, maka peluang kursi ketua DPRD Provinsi Lampung yang memang menjadi hak Partai Gerindra kemungkinan besar akan jatuh kepada Ahmad Giri.

Apakah sang petahana, Eva dwiana memang sulit untuk ditaklukkan?

Tidak bisa dipungkiri, selama 10 tahun suaminya menjabat, kemudian lima tahun ke belakang kepemimpinan Kota Bandar Lampung dilanjutkan oleh Bunda Eva, memang hampir 15 tahun ke belakang semua jaringan infrastruktur pemenangan dari mulai elite pejabat hingga simpul terkecil di tingkat RT dikuasai oleh Herman HN, Eva Dwiana dan keluarga besarnya.

Terbukti pada pemilu 2024 yang lalu, putri dari pasangan Herman HN dan Eva Dwiana, Rahmawati Herdian berhasil mendapatkan kemenangan yang gemilang, sukses melenggang ke senayan mengalahkan incumbent DPR RI dari Partai Nasdem.

Kita menaruh harapan, dalam tiga bulan kedepan akan muncul sosok alternatif yang mampu menyaingi petahana.

Ada beberapa nama yang cukup layak diperhitungkan, seperti ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Mas Wiyadi dan ketua DPD Golkar Kota, Yuhadi.
Nama-nama lain seperti Ade Utami Ibnu, anggota DPRD Provinsi Lampung serta mantan Pjs Walikota Bandar Lampung 2019, Sulpakar juga sosok yang mumpuni untuk bersaing dengan Bunda Eva.

Sebenarnya bila PDIP dan PKS bisa berkoalisi, kombinasi Ade Utami – Wiyadi cukup menjanjikan.
Ditopang dengan kekuatan struktur yang militan, ditambah lagi keduanya merupakan politisi senior yang sangat faham seluk beluk Kota Bandar Lampung, tentu ini menjadi modal besar untuk mereka men”challenge” sang petahana.

Meskipun Kota Bandar Lampung telah banyak mengalami kemajuan di bawah komando Herman HN dan Eva Dwiana, masih banyak masalah yang perlu diperbaiki seperti sampah, banjir, tata kota, lapangan pekerjaan, ekonomi kreatif, dan pelayanan publik.

Penantang yang mampu menawarkan solusi nyata terhadap isu-isu ini mungkin memiliki peluang untuk mengalahkan petahana.

Namun, jika persaingan masih berkutat pada besarnya sumber daya dan nominal, maka bukan tidak mungkin Bunda Eva,
27 November nanti akan melawan kotak kosong atau bahkan calon boneka yang didanai olehnya.

Kita tunggu saja perkembangan lebih lanjut hingga akhir Agustus, sambil berharap munculnya penantang yang mampu menghadirkan kompetisi yang sehat dan konstruktif.

Penulis: Imron Rosadi

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular