Sabtu, Juni 15, 2024
Google search engine

Party id & Pembiayaan Politik

“Menang itu tergantung pada berapa banyak kertas merah dan biru bergambar yang kita distribusikan kepada tim dan calon pemilih, bila itu tak ada, jangan terlalu berharap lah”.

Begitu kurang lebih maksud dari kalimat yang diluncurkan salah seorang sahabat di salah satu WA group, menanggapi tulisan saya dua hari yang lalu, bertajuk
” Menang aja dulu, baru kita perbaiki”.

Tadinya mau saya copy paste, sesuai teks aslinya, ternyata pagi ini saya cek, chat sahabat tadi sudah dihapus olehnya sendiri. Alhamdulillah, artinya beliau pun agak risih dengan apa yang ditulisnya tersebut.

Merenungi chat dari sahabat saya tadi, jadi tercetus ide mencoba mengaitkannya dengan satu gagasan yang setahun belakangan masif di wacanakan beberapa politisi nasional kita, tentang konsep party id dan pembiayaan politik.

Pada bab pembiayaan politik, di tahun 2019 pernah saya tulis dalam beberapa part, tentang perlunya negara mem backup secara FULL, segala bentuk biaya serta oprasional politik di Indonesia.

Titik tekan kami pada bahasan tersebut ada pada dua hal ;
Pembiayaan yang maksimal namun dibatasi serta Pembiayaan yang terbuka, transparan tetapi mampu dipertanggungjawabkan.

Bahwa Partai politik kedepan harus memiliki competitive advantage (mampu berkompetisi sehat dan memiliki keunggulan program), itu menjadi harapan kita semua.

Bagaimana bisa suatu partai politik dapat bersaing apabila seluruh elemen di dalamnya masih berpikir mengenai bagaimana mendapatkan dana untuk menjalani roda partai, di sisi lain partai politik dituntut untuk melakukan tugas konstitusional yang cukup banyak dan berbiaya mahal.

Terkait dengan konsep party id, ini sangat erat kaitannya dengan ikhtiar mendorong partai politik menjadi salah satu pilar demokrasi yang berintegritas.

Sempat kita singgung pada tulisan sebelumnya. Hari ini kita melihat mayoritas parpol telah berubah fungsinya.
Semula dibentuk sebagai wadah pengkaderan calon pemimpin serta tempat memproduksi berbagai macam ide & pikiran yang brilian.

Kini, karena jebakan sistem dan situasi yang ada, banyak partai politik yang berbuah fungsi menjadi layaknya mesin pencetak uang bagi elit yang ada didalamnya.

Dan ini akan terus terjadi, bahkan semakin menggila, manakala tidak dilakukan perbaikan regulasi yang komprehensif. Khususnya perbaikan pada Undang – Undang Partai Politik, Sistem Pemilu serta Pemilukada.

Kebijakan tentang penerapan party id, adalah salah satu solusi, upaya kita untuk menjadikan partai politik kembali berjalan dijalur yang benar, sebagaimana visi dan fungsi partai tersebut didirikan.

Party id juga menjadi satu upaya mitigasi agar cengkraman para pemilik modal tak terlalu mendominasi. Maunya dibelakang layar, tapi mengendalikan semuanya.

Kedepan, kita berharap ada satu mekanisme keberanian serta keterbukaan di dalam partai politik.

Dengan diterapkannya party id, nantinya siapa saja orang yang ingin menjadi pemimpin di negeri ini, baik itu di tingkat daerah maupun pusat, harus teregistrasi terlebih dahulu di partai politik.

Mereka harus mengikuti seluruh proses yang ada didalamnya. Dari mulai sistem pengkaderan, pengembangan organisasi hingga pengelolaan program yang terdapat di parpol tersebut.

Bila ini bisa terealisasi, kedepan tidak akan ada lagi, pengusaha muda maupun tua, mantan birokrat, aktivis hingga selebritis yang tiba-tiba menduduki jabatan strategis di sebuah partai politik, kecuali mereka telah teregister beberapa tahun sebelumnya.

Saat ada orang yang memiliki modal, baik secara finansial, jaringan dan ketenaran. Dirinya akan secara terbuka bergabung serta menjadi pengurus bahkan donatur dari partai politik yang se visi dengannya.

Dia akan ikut membangun partai tersebut dari nol, kemudian dikembangkan secara bertahap.

Apalagi konsep party id ini nantinya bisa di singkronkan dengan sistem pembiayaan politik yang transparan serta memadai. Tentu akan semakin memperkuat fungsi dan peran partai itu sendiri. Dan pada akhirnya, negara beserta masyarakat berhasil mengembalikan marwah partai politik sebagaimana mestinya.

Penulis: Imron Rosadi

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular