Sabtu, Juni 15, 2024
Google search engine

Kebakaran Gunung Bromo Semakin Meluas, Semua Jalur Wisata Ditutup Total

lampungmedia.co, Solo – Kebakaran yang terjadi Gunung Bromo akibat flare prewedding semakin menggila. Akibatnya saat ini semua pintu masuk menuju wisata ditutup agar tidak mengganggu upaya pemadaman.

Khofifah Indar Parawansa memantau langsung kebakaran menggunakan helikopter dan mengerahkan bantuan tambahan. Meski begitu kebakaran belum juga bisa dikendalikan hingga, Minggu (10/9/2023).

“Selain diharuskan menutup seluruh kunjungan wisata, kebakaran kali ini juga diharuskan untuk menutup akses jalan antara Malang-Lumajang-Malang nih #sahabatmentaritengger,” kata Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dalam unggahan di Instagram.

“Dari pengumuman ini mimin pastikan juga untuk seluruh akses wisata baik ke Bromo maupun ke Ranu Regulo juga ditutup. Penutupan total ini untuk kelancaran upaya pemadaman serta memperhatikan keamanan masyarakat yang akan melintas melalui kawasan TNBTS,” imbuh mereka

Sehubungan dengan terjadinya kebakaran dalam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Untuk kelancaran proses pemadaman dan memperhatikan keamanan pengunjung, maka seluruh akses menuju dan/atau melintas melalui Taman Nasional DITUTUP SECARA TOTAL. Penutupan diberlakukan sejak Minggu tanggal 10 September 2023 mulai pukul 19.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan.
  2. Penutupan akses diberlakukan untuk seluruh pintu masuk, yaitu Coban Trisula Kabupaten Malang, Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Cemorolawang Kabupaten Probolinggo, dan Senduro Kabupaten Lumajang. Akses hanya dibuka ntuk masyarakat Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang dan masyarakat Desa Ngadas, Kabupaten Malang. Bagi masyarakat yang akan melintasi jalur Malang-Lumajang-Malang melalui Poncokusumo dan Senduro dihimbau untuk mencari jalur alternatif lain
  3. Menghimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata untuk menjaga Kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan tidak menyalakan api dan sejenisnya antara lain petasan kembang api, dan flare demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama serta melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api di dalam Kawasan TNBTS.

Diberitakan sebelumnya, calon pengantin menyebabkan kebakaran di Gunung Bromo hanya dikenai wajib lapor. Hanya satu yang jadi tersangka dan tiga kru lain juga menjadi saksi.

Mereka melakukan foto prewedding dengan flare hingga terjadi kebakaran Bromo. Berbeda calon pengantin, nasib manajer wedding organizer (WO) ditetapkan sebagai tersangka dan lainnya berstatus sebagai saksi.

Polres Probolinggo mengamankan enam orang termasuk calon pengantin yang menyebabkan kebakaran Bromo. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan lima lainnya diperiksa sebagai saksi

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kompas.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular