Sabtu, Juni 15, 2024
Google search engine

Viral ! Seorang Anggota TNI Ngamuk Bawa Sajam di Simpang MH Thamrin Semarang, Kodam TNI Beri Penjelasan

lampungmedia.co, Semarang – Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro memberikan penjelasan soal video viral anggota TNI yang mengamuk di Jalan MH Thamrin Kota Semarang. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/3) pukul 06.45 WIB.

Oknum anggota TNI dalam video tersebut berinisial ES. Dia terlibat cekcok dengan pengendara Toyota Sienta berkelir silver dengan nopol H 1531 HS.

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Bambang Hermanto mengatakan peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman antara ES dengan pengendara Toyota Sienta.

“Mari kita saling mengingatkan sesama pengguna jalan raya agar berperilaku baik saat berkendara serta mematuhi peraturan lalu-lintas yang berlaku. Saling menghormati dan menghargai sesama pengguna jalan raya agar tercipta keamanan dan kenyamanan di jalan,” kata Bambang dalam keterangannya, Minggu (5/3).

Dikutip dari keterangan pers Penerangan Kodam IV/Diponegoro, ES sudah dimintai keterangan oleh Kodim 0733/KS. Menurutnya sebelum peristiwa di video, pengendara Toyota Sienta tersebut memepet mobil Mazda Biante yang dikendarainya saat melintas di Jalan Gajah Mada.

ES merasa pengendara itu terus memepetnya hingga masuk ke Jalan MH Thamrin. Dia yang merasa terganggu akhirnya menghentikan mobil tersebut. Tujuannya untuk memberikan peringatan karena pengendara itu dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

“Sesampainya di traffic light Jl. MH. Thamrin, oknum anggota ES menghentikan mobilnya lalu menghampiri dan menegur pengendara mobil Toyota Sienta yang ada di belakangnya dan terjadi cekcok mulut karena keduanya sama-sama merasa benar, hingga akhirnya membuat oknum anggota ES terprovokasi dan terpancing emosinya, kemudian kembali ke mobilnya untuk mengambil sangkur yang merupakan kelengkapan baju dinasnya (PDL),” jelas keterangan Pendam IV/Diponegoro, dikutip Minggu (5/3).

Kodim 0733/KS telah mempertemukan ES dengan pengendara Toyota Sienta tersebut. Keduanya dilakukan mediasi.

Hasil pertemuan keduanya saling memaafkan. Mereka juga sepakat menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.

Kasus ini viral di media sosial. Anggota Komisi III Partai NasDem Sahroni bahkan mempostingnya di akun Instagramnya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular