Bandar Judi Koprok Cilik Diringkus Polisi

Bandar koprok cilik Ininsial Gn diamankan Polisi Kota Agung saat berada di lokasi judi di Pekon Kandang Besi Kota Agung Barat Jumat (29/4/2017)

GERBANGREPUBLIK.COM – Dunia pendidikan kembali tercoreng, seorang pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD) di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung,  GN (13) menjadi bandar judi koprok dan diamankan Polisi  saat tengah beraksi mengguncang dadu, Jumat (29/4/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Bandar judi cilik yang masih duduk di bangku kelas 6 ini ditangkap oleh jajaran Reskrim Polsek Kotaagung saat menggelar lapak judi koprok di pekon (desa) dimana GN tinggal yaitu Dusun Sinar Jaya, Pekon Kandang Besi, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Jumat (29/4/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat penangkapan sang bandar cilik tersebut, aparat Polsek Kotaagung yang berjumlah 10 orang sempat mendapat perlawanan dari keluarga GN dan warga yang sedang bermain judi koprok.

Polisi yang berhasil mengamankan GN seketika mendapat hujanan batu dan benda keras saat ayah GN bernama Mukmin (buron) sengaja menyuruh anaknya tetapi berada dilokasi dan berteriak “serang polisi”.

Teriakan Mukmin yang juga seorang bandar judi koprok ini sontak membuat warga yang sedang berkerumun di lokasi judi koprok melempari polisi dengan batu dan benda keras lainnya.

Mendapat perlawanan ini polisi mencoba menenangkan warga, dan perlawanan baru berhenti saat polisi mengeluarkan tembakan peringatan. Hal ini membuat warga (pemain koprok) berhamburan melarikan diri dan  menyelamatkan diri, termasuk Mukmin sang provokator ikut lari tunggang langgang.

“Anggota kita ada yang terkena lemparan dibagian kepala tapi hanya memar, serta luka jari manis sebelah kanan. Sekarang tersangka sudah kita amankan beserta dengan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian penangkapan,” ujar Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Sabtu (29/3/2017).

Menurut Syafri,  penangkapan GN itu berawal pengaduan masyarakat sekitar kejadian melalui short massage service (SMS). Kemudian anggota langsung melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi yang diterima.

“Dan ternyata benar adanya, serta diketahui selama ini masyarakat cukup resah dengan adanya lapak judi koprok yang selalu ada disetiap acara,” kata dia.

Berdasarkan keterangan GN, kata Syafru, diketahui jika GN korban salah didik ayahnya bernama Mukmin (DPO), dimana GN sudah sejak lama menggeluti bisnis haram itu, lantaran sang ayah selalu mengajak dirinya dimanapun buka lapak, karena selalu berpindah tempat, mengikuti dimana ada hajatan digelar.

Alhasil, koprok bagi GN sudah menjadi darah daging dalam kehidupannya. Kini, dirinya mendekam disel tahanan Polsek Kota Agung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan 1 Set Alat Judi koprok terdiri dari satu tempurung dadu, empat buah mata dadu, satu lembar plastik warna biru, satu buah lapak, satu buah lempengan dadu, satu buah lampu emergency dan uang tunai Rp.169.000.

“Untuk pasal, pelaku melanggar pasal 303 KuhPidana, tetapi karna pelaku anak dibawah umur, tentunya dengan memperhatikan pasal peradilan anak. Sementara bapaknya yang DPO masih dalam pengejaran anggota,” terang Syafri.(say)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

banner 1000x250